MABA – Warga Desa Peteley Kecamatan Maba Selatan Kabupateb Halmahera Timur (Haltim) Provinsi Maluku Utara (Malut) melakukan pemalangan di pintu pagar Sekolah SD Inpres Peteley.
Pemalangan yang di lakukan dengan pemasangan spanduk yang bertuliskan ” Orang Peteley juga layak jadi kepala sekolah,” itu dilakukan warga setempat lantaran dampak dari rotasi kepemimpinan yang dilakukan pemkab Haltim pada 12/01 Kemarin, dimana di SD Inpres Peteley terjadi pergantian kepala sekolah dan kepala sekolah yang lama diganti dengan kepala sekolah yang baru akan tetapi bukan warga peteley.
Mumin Wahid Salah satu warga peteley kepada Melenesia.id mengakui adanya aksi tersebut.
Ia bahkan menegaskan soal roling jabatan atau Resufle yang dilakukan pemda saat ini tidak di persoalkan akan tetapi kata mumin, Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda Haltim harus tahu bahwa untuk mendorongan proses penigkatan SDM maupun jenjang karir bagi ASN, di peteley sendiri banyak pegawai Guru yang sudah layak jadi kepala sekolah tanpa harus ambil orang luar dan ditempatkan di Peteley sebagai pimpinan di sekolah itu.
” perlu digaris bawahi bahwa yang bisa beradaptasi dengan lingkungan,membaca karakter anak, serta komunikasi intens dengan orang tua siswa itu adalah anak kampubg sendiri dan hari ini kita punya itu yang bisa menjawab kebutuhan tapi kenapa tidak dipakai dan memasukkan orang lain sebagai kepsek,” kata Mumin, Senin (19/01/2026.
Ketua Tim pemenang pilkada pasangan Ubaid Anjas tahun 2024 itu juga menegaskan, regenerasi para PNS untuk jenjang karir juga murupakan target timses dan warga pada saat memenangkan pasangan Ubaid anjas waktu pilkda.
sehingga itu lanjut dia, dengan hadirnya kepala sekolah baru di SD Inpres Peteley yang merupakan bukan orang peteley sendiri ada kekeliruan yang dilakukan oleh pasangan Ubaid Anjas selaku pimpinan.
Dikatakan, tujuan timses dan warga untuk memenangkan Ubaid anjas tidak lain demi kepentingan umum desa serta regenerasi para PNS dalam desa dalam pengembangan karir dan jabatan sesuai pangkat dan Golongan.
” soal resufle jabatan tidak ada urusan dengan kami, namun kami mau tegaskan bahwa saudara – saudara kami dalam kampung juga layak kalau hanya mau jadi kepala sekolah. dan itu sebagai garansi politik kami memenangkan ubaid Anjas lantas apa yang kami dapatkan tidak sesuai dengan keinginan dan niat kami memenangkan pasangan Ubaid Anjas,” tutup Mumin. (Red).



Tinggalkan Balasan