MABA – Hadirnya  Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Provinsi Maluku Utara untuk meresmikan bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maba mulai yang dibangun oleh kementerian kesehatan RI tak lama lagi.

Hal ini terbukti Pemerintah Daerah Kabupaten Haltim mulai menggelar rapat persiapan yang dipimpin langsung oleh Bupati Haltim Ubaid Yakub dan di hadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Ricky CH. Richfat dan para pejabat tinggi daerah di Haltim di Ruang rapat Bupati Haltim, Selasa (24/02/2026).

Sekda Haltim Ricky CH. Richfat saat dikonfirmasi membenarkan agenda rapat tersebut di mana ia mengatakan rapat tersebut dalam rangka persiapan menyambut kehadiran orang nomor 1 RI di kabupaten Haltim dalam rengka peresmian Gedung RSUD Maba di bulan Maret mendatang.

Dikatakan, Presiden dijadwalkan pada minggu ke empat bulan Maret akan melakukan peresmian Gedung RSUD Maba di kota Maba kabupaten Haltim karena semua kesiapan sudah diangka 90%  mulai dari kesiapan alkes maupun kesiapan lain seperti lift dan listrik.

Lanjut Ricky, terkait dengan kedatangan ketua umum partai Gerindra itu, Bupati Haltim meminta Pemkab membentuk tim yang diketuai oleh Sekda Haltim dalam rangka melakukan kesiapan kesiapan terkait kedatangan Prabowo di negeri Faifiye.

” Tim ini dibentuk sifatnya Ad Hoc yang mana melakukan pers siapkan persiapan secara on time untuk memastikan dan menyambut kedatangan Presiden di Haltim,” aku Sekda yang juga sebagai Ketua Tim.

Untuk menyambut para Tamu Kepresidenan, Bupati juga meminta Kepala Dinas Pertanahan dan lingkungan hidup (DPLH) agar melakukan pembersihan lingkungan yang ada di seluruh kota maba oleh sebab itu Kepala dinas DPLH diminta untuk melakukan Korvey.

“Jadi korvey itu akan dilakukan setiap minggu di seluruh OPD dan melibatkan seluruh Masyarakat Kota Maba  dan wilayah lainnya,” lanjut Sekda.

Untuk kesiapan alkes, Tambah Ricky sampai sejauh ini sebagian Alkes sudah terpasang dan dilanjutkan dengan penginstalan alat untuk di operasikan. ” kalau lift sementara dalam proses pengiriman,” tambahnya.

Sementara itu untuk kesiapan listrik, Ricky mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak PLN kota Maba dan sesuai statemen pihak PLN sepakat sebagai bagian dari operasinya rumah sakit tersebut dan hingga saat ini pihak RSUD dan PT.WIKA selaku Vendoor masih mencermati kekuatan listrik apakah memungkinkan untuk menjamin operasi alat di rumah sakit atau tidak.

Tak hanya itu, Ricky juga mengaku untuk tenaga dokter sendiri Pemkab Haltim sudah memiliki 12 dokter spesialis dan 5 tenaga dokter umum.

Kendati demikian, yang menjadi kendali adalah dokter sub spesialis yang mana bakal mengoperasikan alat namun untuk menjawab kendala tersebut pemerintah daerah sudah melakukan kerja sama dengan RSUD Tobelo untuk mengisi kekosongan tersebut.

Sementara untuk kesiapan SDM khususnya tenaga Medis yang bakal mengoperasikan mesin, Pemda Haltim berencana akan bekerjasama dengan perusahaan lain untuk mengirim para tenaga medis agar mengikuti pelatihan di rumah sakit lain yang berkompeten.(red).