WASILE – Ketersediaan Air Bersih melalui Perusahaan Air Minum (PAPM) di Kecamatan Wasile Timur (Wastim) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Provinsi Maluku Utara (Malut) saat ini menjadi sumber masalah bagi warga setempat lantaran air tersebut tak lagi berfungsi dan terbengkalai.
Instalasi fasilitas yang seharusnya menjadi sumber utama air bersih bagi masyarakat tersebut terlihat dipenuhi semak belukar dan diduga sudah lama tidak beroperasi.
Akibat kondisi ini, warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, Bahkan, sebagian masyarakat terpaksa membuat sumur baru dan membeli pompa air secara mandiri guna memenuhi kebutuhan air.
Kepala Desa Tutuling Jaya Wasito kepada wartawan menjelaskan bahwa secara kewenangan, pengelolaan fasilitas air bersih bukan sepenuhnya berada di tangan pemerintah desa melainkan kepada pemerintah Daerah yakni Halmahera Timur, Namun, selama ini terdapat inisiatif dari salah satu warga yang membantu mengelola distribusi air bersih kepada masyarakat.
“Secara struktural dan legalitas memang yang bersangkutan tidak memiliki kewenangan, tetapi karena ini sangat dibutuhkan masyarakat dan saling menguntungkan, kami tidak melarang, kami tetap menunggu informasi dan koordinasi,” ujar Kepala Desa.
Wasito bahkan mengaku sudah sekitar tiga hingga empat bulan terakhir distribusi air bersih terhenti dan, Setelah dilakukan pengecekan langsung ke lokasi sumber air bersama warga, diketahui bahwa jalur air dari hulu telah berpindah sehingga tidak lagi masuk ke jaringan PAM.
“Ini membutuhkan penanganan serius. Saya sudah mencoba menunggu informasi dari pihak yang selama ini mengelola, namun belum ada kejelasan. Padahal masyarakat selama ini juga memberikan iuran,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kepala Desa menyampaikan bahwa sebelumnya telah ada upaya komunikasi dengan dinas terkait, bahkan surat permohonan bantuan telah dikirimkan oleh pihak pengelola secara mandiri.
Lanjut dia, Saat ini, pemerintah desa masih menunggu tindak lanjut dari instansi terkait.
Meski demikian lanjut dia, Kepala Desa bersama masyarakat berencana melakukan perbaikan sementara agar aliran air dapat kembali berjalan, meski belum optimal.
Ia juga menambahkan, terkait anggaran,untuk air bersih dapat dialokasikan jika melalui musyawarah dan disepakati bersama masyarakat.
Kendati demikian, untuk perbaikan skala besar, tetap membutuhkan dukungan dari dinas terkait karena memerlukan biaya yang cukup besar.
“Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah dan dinas terkait agar masalah ini segera ditangani. Kami juga mengimbau masyarakat untuk bersabar sambil menunggu upaya perbaikan,” tutupnya.(Aks).


Tinggalkan Balasan