WASILE — Kasus pencurian sapi di wilayah Kecamatan Wasile dan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur, kembali menjadi perhatian dalam beberapa waktu terakhir, tercatat sedikitnya tiga kasus pencurian ternak yang meresahkan Masyarakat di Wasile Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Maluku Utara.

Tak terlepas dari peran kepolisian, Kapolsek Wasile, AKP. Mus Senen kepada wartawan, Jumat (17/04) mengatakan bahwa pihak kepolisian telah berhasil mengamankan salah satu pelaku pencurian sapi yang kemudian akan diproses tetapi pihak korban dan pelaku masih mengutamakan damai secara kekeluargaan.

“Memang benar, salah satu pelaku sudah kami amankan. Namun, pihak korban meminta penyelesaian secara kekeluargaan dengan tuntutan ganti rugi, sehingga kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan kasus tersebut dihentikan,” aku Kapolsek.

Dikatakan, dalam proses penyelidikan, pihak kepolisian menghadapi kendala minimnya saksi di lokasi kejadian walaupun bukti-bukti pencurian tetap ditemukan di lapangan.

“Kami tidak mendapatkan cukup saksi yang melihat langsung kejadian tersebut Tapi barang bukti ada, seperti bekas pemotongan sapi di lokasi kejadian,”tambahnya sembari mengaku laporan yang masuk di antaranya berasal dari Desa Tutuling Jaya dan Dakaino.

Sebagai langkah pencegahan, Kapolsek menghimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama dalam menjaga hewan ternak sebab, sebagian besar kasus pencurian terjadi pada malam hingga dini hari dengan lokasi pencurian yang jauh dari permukiman warga.

Tak hanya itu, ia juga mengajak masyarakat untuk mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) dan ronda malam dengan melibatkan aparat desa serta Bhabinkamtibmas.

“Mari kita aktifkan kembali ronda malam, khususnya di atas jam 12 malam. Jika ada kendaraan yang mencurigakan, baik motor maupun mobil, segera dicegah dan ditanyakan untuk mengantisipasi tindak kejahatan,” pesannya.

Ia menegaskan jika pihaknya akan terus melakukan pemantauan penyelidikan terhadap kasus-kasus yang ada, termasuk menindaklanjuti informasi tambahan yang saat ini masih dalam proses pendalaman.(Aks).