WASILE – Kepemimpinan Pasangan Ubaid Yakub dan Anjas Taher sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Maluku Utara (Malut) hingga masuk dua periode ini masih meninggalkan degradasi kepercayaa dari Warganya sendiri.Ini menyusul masih banyak janji politik yang disampaikan pasangan Bupati dan Wakil Bupati saat momentum kampanye yang hingha kini tak terrealisasi.
Alih – alih menjanjkan ketersedian Jaringan komunikasi yang layak bagi masyarakat Haltim, namun hal tersebut tidak berlaku bagi warga Desa Dodaga Kecamatan Wasile Timur Haltim.
Warga Desa Dodaga hingga kini tak menikmati jaringan telekomunikasi sebagaimana yang dinikmati warga di desa lain.
Kendati sudah memiliki Tower Bhakti (Base Transceiver Station) dengan skala kecil akan tetapi tidak mampu melayani pengguna telekomunikasi di desa itu.
Lemah dan tidak stabilnya sinyal Telkomsel dinilai telah menghambat berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari komunikasi sehari-hari, pendidikan, pekerjaan, hingga pelayanan publik yang kini semakin bergantung pada sistem digital.
Ironisnya, persoalan tersebut terjadi di Desa Dodaga yang merupakan pusat Kecamatan Wasile Timur. Warga menilai kondisi ini menunjukkan masih lemahnya perhatian terhadap pemerataan akses telekomunikasi di wilayah tersebut.
Masyarakat mengaku sudah lama mengeluhkan persoalan jaringan, namun hingga kini belum ada langkah nyata yang dirasakan mampu mengatasi lemahnya sinyal yang terus terjadi.
Mereka menilai pemerintah daerah maupun pihak penyedia layanan telekomunikasi terkesan lamban dalam merespons persoalan yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat modern itu.
Hamid Hi. Ibrahim salah satu warga dodaga Kepada Melanesia.id mengungkapkan bahwa jaringan telekomunikasi di wilayah mereka kerap hilang secara tiba-tiba, terutama pada saat-saat penting ketika masyarakat sangat membutuhkan akses komunikasi.
“Kalau lagi butuh sekali, justru jaringan hilang. Ini sangat menyulitkanKami selaku warga yang hidup di pusat kecamatan,”Keluhnya.
Menurutnya, buruknya jaringan internet dan telekomunikasi berdampak langsung terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat, yang mana para pelajar mengalami kesulitan mengakses materi pembelajaran dan informasi digital, Pelaku usaha juga terganggu dalam melakukan komunikasi bisnis maupun transaksi online.
Bahkan lanjyt dia, masyarakat mengaku kesulitan mengakses layanan administrasi dan informasi pemerintahan yang kini banyak menggunakan sistem berbasis internet.
Lqnjut dia, Kondisi tersebut dinilai semakin memprihatinkan di tengah gencarnya dorongan transformasi digital yang digaungkan pemerintah.
Kata dia Warga menilai lemahnya jaringan justru membuat masyarakat Wasile Timur semakin tertinggal dibanding daerah lain.
Tak hanya itu, ia juga menilai keberadaan infrastruktur telekomunikasi di wilayah tersebut dimana ia meminta dilakukan evaluasi terhadap kapasitas dan kualitas infrastruktur jaringan, termasuk meninjau efektivitas menara (Base Transceiver Station) yang digunakan untuk menjangkau wilayah pelayanan.(Aks).



Tinggalkan Balasan