MABA – Progres Pembangunan tempat Wudhu di Masjid Baburrahman Desa Momole Kecamatan Maba Selatan Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) menjadi sorotan warga pasalnya, tempat wudhu masjid itu hingga kini tak kunjung selesai.

Tempat wudhu yang menurut informasi mulai dibangun pada tahun 2020 itu hingga kini masih pada tahapan pembangunan rangka tiang cor dan tidak dilanjutkan lagi.

Nasrudin Mahmud, Warga Desa Momole kepada Wartawan, Senin (07/09/2026) mengaku hampir setiap tahun Masjid tersebut mendapat bantuan Dana hibah dari pemerintah Daerah namun progres pekerjaannya terkesan jalan di tempat.

“Pada tahun 2020 pernah dapat Hibah, dan tahun ini dapat lagi tapi kenapa sampai sekarang tidak selesai, warga menanti kejelasan terkait progres ini,” Kata Nasrudin.

Selain Hibah dari Pemkab Haltim, kata Mantan Kepala Desa momole itu, ada juga ploting anggran yang bersumebr dari dana zakat dan APBDES tapi pekerjaan tempat air wudhu itu tak selesai hingga saat ini.
ia meminta Pemerintah desa agar seriusi program tersebut shingga bisa terselesai dan digunakan oleh Masyarakat.

Tak hanya itu, Nasrudin juga berharap kepada Pemerintah Daerah dalam hal ini perkim dan inspektorat agar dapat mengevaluasi kelompok kerja yang di tunjuk sehingga tidak menjadi konsumsi publik yang negatif dari Masyarakat setempat.

Lanjut dia, pada Tahun 2025 kemarin, Pemerintah Desa juga telah menganggarkan lewat APBDES terkait kebutuhan Pembangunan Masjid itu.

Terpisah, Kepala Desa Momole Julfikar Karajan saat dikonfirmasi menepis apaya disampaikan Mantan Kepala Desa Nasrudin. dia Mengatakan Pembangunan Tempat wudhu tersebut dibangun dengan anggaran yang tidak mencukupi sehingga menjadi mandek.

Kata Julfikar, pada tahun 2020, Pemdes Momole telah mendapat bantua Hibah dari Pemda Haltim sebesar Rp.40.000.000 namun dengan volume bangunan yang agak besar sehingga tidak mencukupi kebutuhan Material pembangunan.

“ Karena anggaran yang kacil kami pun libatkan masyarakat secara swadaya,” ujarnya.

Kades Juga mengaku pada tahun 2025 Pemerintah Desa Momole telah menganggarkan pembangunan Masjid Baburrahman akan tetapi hanya Rp.17.000.000 sebab dalam regulasi pembangunan desa untuk Rumah Ibadah tedak harus 100% pengalokasian anggaran.

“ dari tuju belas juta itu bukan hanya untuk tempat wudhu akan tetapi untuk kebutuhan lain dalam masjid,”aku Julfikar.

Sementara untuk plotinggaran dari Zakat juga demiakian, Julfikar mengaku ploting anggaran tidak semuannya pada pembangunan air Wudhu melainkan kebutuhan Kain Horden, Tehel dan lain lain. kendati demiakian ia selakun pimpinan desa percayakan kepada penyelenggara.

“ di panitia Pembangunan pasti ada catatan semua peruntukan pembangunan tersebut,” tambahnya.

Julfikar juga menegaskan untuk Dana Hibah padab tahun 2026, sekalipun sudah mendapatkan informasi soal hal tersebut yang bersumber dari Dinas PUPR namun, pihaknnya hingga belum juga menerima.(Red).