MABA – Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Provinsi Maluku Utara (Malut) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Satuan Tugas (Satgas) Makanan Bergizi Gratis (MBG) serta Koordinator MBG, melakukan pemantauan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam rangka pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis di Tiga Lokasi SPPG yaitu Desa Mekarsari,Kecamatan Wasile, Desa Rawamangun dan Dakaino Kecamatan Wasile Timur.

Kepala Dinkes Haltim, Abdullah Yakub, mengatakan bahwa kunjungan dan pemantauan dapur SPPG itu bertujuan untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan sebagai bagian dari proses pengajuan sertifikat laik Higenis.

Dikatakan, mengacu pada pedoman yang ada, hasil pemantauan sementara melalui ceklis sudah mendekati standar yang diharapkan. Namun, dalam waktu dekat tim kami akan kembali melakukan pengecekan langsung di lapangan.

Ia menjelaskan bahwa, salah satu syarat utama operasional dapur MBG adalah kepemilikan surat keterangan layak  Higenis yang dikeluarkan oleh instansi kesehatan.

“Oleh karena itu, melalui kunjungan bersama para pemangku kepentingan dari Satgas MBG dan perwakilan MBG, kami ingin memastikan sejak awal bahwa makanan yang diproduksi benar-benar terjamin kualitas dan keamanannya sebelum dioperasionalkan. Jangan sampai terjadi hal-hal seperti di beberapa daerah lain, dan itu tidak kita harapkan terjadi di Haltim,” jelasnya.

Abdullah menegaskan, pihaknya akan terus mendukung dan mengawasi  program MBG secara kelembagaan secara berkelanjutan.

“Program ini tidak sekadar menyediakan makanan, tetapi juga harus memenuhi standar gizi dan kesehatan. Insya Allah, kami terus memantau agar seluruh proses berjalan sesuai prosedur dan tidak keluar dari ketentuan yang telah ditetapkan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Satgas MBG Haltim, H. Nurdin Hadi, yang juga menjabat sebagai Asisten II di lingkup Pemerintah Kabupaten Haltim, menyampaikan bahwa di Kecamatan Wasile Timur terdapat dua dapur SPPG yang melayani penerima manfaat.

“Kami sudah melakukan kunjungan karena dalam lima hari ke depan akan dibagikan sekitar 1.000 hingga 2.000 porsi makanan. Menu yang disiapkan diharapkan dapat diterima dan dikonsumsi oleh seluruh siswa, sehingga berdampak pada kesehatan dan peningkatan kecerdasan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa sampel makanan dari dapur SPPG akan dikirim ke Dinas Kesehatan untuk dilakukan uji kelayakan sebelum rekomendasi resmi diterbitkan.

“Sesuai harapan Bupati, seluruh makanan yang diberikan kepada penerima manfaat harus berkualitas, aman, nyaman dikonsumsi, dan tidak menimbulkan keluhan dari masyarakat,” tutup Nurdin.(red).