MABA – Kepolisian Resort Halmahera Timur (Haltim) melalui Polsek Maba Selatan menggelar patroli gabungan di wilayah Dusun Lakoda Desa Bicoli Kecamatan Maba Selatan.
Tim Patroli gabungan yang di pimpin langsung oleh Kapolsek Maba Selatan Ipda Habiem Ramadya, itu menyusuri area belakang dusun lakoda Desa Bicoli, Rabu (04/03/2026) sekitar pukul 17.00 WIT.
Giat operasi itu menyusul adanya laporan terkait dengan kejadian dugaan munculnya orang tak dikenal(OTK) di sekitar belakang dusun lakoda .
Kapolsek Maba Selagan melalui laporan resmi mengatakan, bahwa Pada saat pelaksanaan patroli gabungan, tim patroli menemukan beberapa pohon yang ditebang serta rumah kebun yang sudah di acak-acak diduga dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK).
Habiem juga menyampaikan kepada Masyarakat yang tinggal taupun berkebun di belakang dusun lakoda agar pada saat pergi ke kebun jangan pergi sendirian dan pulang dari kebun juga jangan terlalu sore.
“Kalau boleh anak istri jangan dulu di bawah ke kebun,” pintanya.
Dikatakan, Patroli gabungan ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan keamanan, ketertiban, dan memberikan rasa tenang kepada masyarakat.
Selain Kapolsek, Tim patroli yang melakukan giatan di belakang dusun lakoda diantaranya IPTU Muhamad Jufri selaku Danki Brimob Kompi 3 Batalyon B Pelopor , dua Personil Brimob Kompi 3 Batalyon B Pelopor, tiga Personil Polsek Maba Selatan dan ditemani Masyarakat dusun Lakoda.
Diketahui, Peristiwa bermula saat seorang warga bernama Rio Hi Liboba bersama istri dan dua anaknya yang masih balita (usia 1 dan 3 tahun) sedang berada di rumah kebun mereka di area belakang Dusun Lakoda Rabu (04/03/2026).
Kehadiran sosok misterius tersebut pertama kali disadari Rio saat OTK mendekat dengan gerak-gerik mencurigakan, diduga berniat merusak bangunan kebun.
”Orang itu sudah sangat dekat dengan saya, tapi istri saya berteriak kuat-kuat ‘ambil parang!’. Mendengar teriakan itu, kami langsung bergegas pergi menyelamatkan diri,” tutur Rio saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Ia kemudian memutuskan untuk tidak mengambil jalur umum dan memilih menghindar dengan menembus jalur pesisir (keluar pante).
”Kami lewat jalan pintas, bukan jalan tani. Alhamdulillah, kami sekeluarga selamat dan tidak ada korban jiwa,”akunya.(tim).



Tinggalkan Balasan