MABA – Salah satu program Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Provinsi Maluku Utara (Malut) yang juga bagian dari Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati yakni Pelayanan Kesehatan gratis menjadi kontras di mata Masyarakat Haltim pasalnya pelayanan kesehatan Gratis tersebut tidak sepenuhnya diterapkan oleh Pemda Haltim.

Hal ini terungkap setelah Komisi I DPRD Halmahera Timur melakukan Sidak atau Inspeksi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) maba Kamis Kemarin.

Komisi I DPRD Haltim yang diketuai Dirwan Din menemukan Pemberlakuan Copy Resep di Satuan Farmasi Apotek Rumah sakit Maba yang mana, Para Pasien diarahkan untuk membeli Obat ke apotek diluar RSUD dengan alasan tidak ada obat yang disediakan oleh pihak RSUD.

Hal tersebut tentu sangat Kontas dengan Visi Misi Bupati Ubaid Yakub dan Wakil Bupati Anjas Taher yaitu Pelayanan Kesehatan Gratis dimana, Program tersebut harus menjadi Prioritas dalam rangkan mensuksekanya.

Dirwan Menegaskan Ini bukan Kesalahan dari Pihak Rumah sakit akan tetapi penyebab terbatasnya ketersediaan itu adalah realisasi anggaran oleh Pemerintah Daerah kepada pihak rumah sakit.

Dikatakan, berdasarkan hasil Inspeksinya Komisi I DPRD Haltim menemukan Daftar Obat milik Rumah Sakit yang diajuakan ke Tim Anggaran Pemerintah Daera (TAPD) terpenuhi sesuai kebutuhan akan tetapi dalam realisasi Anggaran oleh Pemerintah Daerah tidak sepenuhnya memenuhi permintaan yang diajukan pihak RSUD.

“ jadi semisalnya dalam Perbekalan Medis Habis Pakai (PMHP) 1 Milya dalam sekali diajukan, realisasi anggarannya hanya 500 sampai dengan 600 juta saja, bahkan itu sudah termasuk rencana persiapan pencadangan obat obatan untuk dibelanjakan, ini yang mengakibatkan terjadi kekurangan ketersediaan Obat sehingga diberlakukan Copy Resep,” kata Dirwan.

Lanjut dia, Semua yang dirancang oleh pihak Ruumah Sakit sudah sesuai baik itu permintaan Obat bahkan sampai pada alokasi anggaran operasional Rumah sakit al hasil Realisasi dari pemerintah Daerah yang tidak sepenuhnya.

Anggota DPRD dua Periode itu juga meminta Pemerintah Daerah agar menjadikan temuannya sebagai catatan penting untuk dapat diprioritaskan pada pengalokasian Anggaran kedepan sebab, menurut dia pelayanan di RSUD Maba adalah salah satu Instrumen untuk mendorong dan sukseskan Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Halti Periode Kedua ini.

“ Masyarakat semua tahu kalau Haltim ini pelayanan kesahatan gratis, tapi jika masuk Rumah sakit kemudian harus membayar obat bagaimana,? ini yang akan dipertanyakan warga kepada Pemerintah, oleh sebab itu masalah ini harus diseriusi oleh Pemerintah Daerah,”tegas Dirwan.(Red).