WASILE– Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Timur periode 2024–2029, Abdul Latif Mole menggelar kegiatan reses di Desa Tutuling Jaya, Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Maluku Utara (Malut).

Kegitan yang digelr pada, Jumat (22/05/2026), itu sebagai bagian dari tugas legislatif dalam menyerap dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat secara langsung yang mana dihadirioleh Pemerintah Desa tutuling Jaya,tokoh masyarakat, tokoh pemuda, para petani, serta warga di Desa Itu.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Latif Mole membuka ruang dialog secara terbuka kepada Masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi warga, mulai dari pelayanan dasar, pembangunan infrastruktur, kebutuhan pertanian, hingga kondisi sosial masyarakat di Desa Tutuling Jaya, Kecamatan Wasile Timur.

Warga memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan secara langsung kepada anggota DPRD, Salah satu persoalan yang paling banyak disampaikan masyarakat yakni terkait terganggunya pelayanan air bersih yang selama ini menjadi kebutuhan utama warga.

Sahdin Barmawi, Warga Desa Tutuling Jaya mengungkapkan bahwa pasokan air bersih di desa tersebut sempat terhenti hingga saat ini, sehingga masyarakat mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mandi, dan mencuci.

Menurut Sahdin, persoalan tersebut perlu segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah agar pelayanan air bersih dapat kembali normal dan tidak terus menjadi keluhan masyarakat.

“Kami berharap persoalan air bersih ini bisa segera ditangani karena sangat dibutuhkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap Sahdin Barmawi di hadapan peserta reses.

Selain persoalan air bersih, masyarakat juga mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan yang dinilai masih membutuhkan perhatian pemerintah daerah.

Warga menyebut sejumlah akses jalan, baik jalan penghubung antar desa maupun jalan tani, masih belum memadai dan menyulitkan aktivitas masyarakat.

Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga, terutama para petani yang setiap hari menggunakan akses jalan untuk membawa hasil perkebunan dan pertanian menuju pasar maupun pusat distribusi.

Tidak hanya itu, para petani juga menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan pupuk yang hingga saat ini dinilai masih sulit diperoleh. Kelangkaan pupuk disebut menjadi salah satu hambatan bagi masyarakat dalam meningkatkan hasil pertanian.

Warga juga meminta pemerintah daerah menyediakan tambahan buku untuk perpustakaan Desa Tutuling Jaya guna menunjang minat baca dan pendidikan masyarakat desa.

Warga berharap pemerintah daerah dapat lebih memperhatikan ketersediaan pupuk bagi petani demi menunjang produktivitas pertanian masyarakat di Kecamatan Wasile Timur yang sebagian besar menggantungkan hidup pada sektor perkebunan dan pertanian.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Abdul Latif Mole mengatakan bahwa kegiatan reses merupakan kewajiban anggota DPRD untuk turun langsung ke tengah masyarakat guna mendengarkan berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.

Menurutnya, seluruh masukan yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan penting dalam pembahasan program pembangunan daerah ke depan.

Dalam kesempatan itu, Abdul Latif Mole juga menyampaikan bahwa pada tahun ini dirinya akan memperjuangkan pembangunan jalan tani sepanjang kurang lebih 1,2 kilometer guna mendukung aktivitas pertanian masyarakat di wilayah tersebut.

Pembangunan jalan tani tersebut meliputi sekitar 700 meter di kawasan Blok H, 300 meter di area lahan pertanian hortikultura, serta 200 meter akses jalan menuju lahan pertanian milik warga.

Ia berharap pembangunan jalan tani tersebut dapat membantu memperlancar aktivitas para petani, mempermudah distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor pertanian.

“Semua saran, masukan, dan keluhan masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan reses ini akan kami tampung dan selanjutnya kami sampaikan kepada Bupati Kabupaten Halmahera Timur agar bisa menjadi perhatian pemerintah daerah,” ujar Abdul Latif Mole.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan reses bukan sekadar agenda formal tahunan, melainkan bentuk komitmen anggota DPRD dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dengan pemerintah daerah demi mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Masyarakat yang hadir berharap hasil dari kegiatan reses tersebut dapat ditindaklanjuti secara nyata dan tidak hanya menjadi agenda seremonial semata.

Warga berharap pemerintah daerah bersama DPRD dapat bersinergi dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat, khususnya di Desa Tutuling Jaya dan wilayah Kecamatan Wasile Timur pada umumnya.

Kegiatan reses kemudian ditutup dengan diskusi bersama masyarakat serta penyerapan sejumlah usulan prioritas pembangunan yang nantinya akan dibahas lebih lanjut dalam agenda pemerintahan daerah Kabupaten Halmahera Timur.(Aks).