WASILE — Bencana Abrasi dan banjir rob yang terjadi di Desa Majikotongone Kecamatan Wasile utara Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Maluku Utara (Malut) sejak 17 Maret kemarin, warga yang terdampak hingga kini belum juga mendapatkan bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Haltim.
Kepala Desa Majiko Tongone, Supriyadi Bita, kepada Wartawan mengaku kecewa atas tanggapan Pemda Haltim yang hingga saat ini tidak hadir untuk warganya yang terkena musibah.
Ia menilai pemerintah daerah gagal menunjukkan kehadiran di saat masyarakat membutuhkan.
“Warga yang rumahnya rusak terpaksa mengungsi, bahkan merayakan Lebaran di kebun. Ini sangat memprihatinkan,” ungkapnya,Kamis (26/03/2026).
Menurut Supriyadi, hingga kini belum ada kejelasan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur. Padahal, kondisi warga terdampak sudah masuk kategori darurat.
Ia juga mendesak adanya evaluasi terhadap kinerja aparat di tingkat kecamatan dan dinas terkait.
“Kami butuh perhatian serius. Jangan sampai masyarakat dibiarkan berjuang sendiri menghadapi musibah,” tegasnya.
Lanjut dia, di tengah ancaman perubahan iklim dan meningkatnya risiko bencana pesisir, ketanggapan pemerintah daerah seharusnya menjadi garda terdepan, bukan justru absen saat dibutuhkan.
Bencana air pasang yang mulai terjadi sejak 17 Maret 2026 itu mengakibatkan sedikitnya tiga rumah warga mengalami kerusakan berat. Air laut yang meluap hingga ke dalam permukiman membuat warga terpaksa meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Namun ironisnya, di tengah kondisi darurat tersebut, respons pemerintah daerah dinilai nyaris tak terlihat.
Camat Wasile Utara Alfons Kamakai saat dikonfirmasi sedang berada di luar daerah, tepatnya di Bitung, Sulawesi Utara, dan baru berencana kembali ke wilayah tugasnya.(Aks).


Tinggalkan Balasan