MABA -Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara, menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di Pendopo Ngaku Re Rasai, Senin (04/05/2025).
Acara ini dipimpin langsung oleh Bupati Ubaid Yakub dan dihadiri pimpinan perangkat daerah, staf ahli, serta perwakilan guru dan siswa yang ada di Haltim.
Dalam amanatnya, Bupati Ubaid membacakan pesan resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Ia menegaskan peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momen refleksi untuk menghidupkan kembali semangat pendidikan nasional yang sejati.
“Pendidikan adalah proses tulus untuk memanusiakan manusia, intinya memuliakan sesuai ajaran Ki Hajar Dewantara: Asah, Asih, dan Asuh,” ujarnya.
Sesuai visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pemerintah kini mengusung pendekatan Deep Learning atau Pembelajaran Mendalam. Ada lima kebijakan strategis yang menjadi fokus utama dalam transformasi pendidikan nasional.
Pertama, revitalisasi dan digitalisasi sekolah, meliputi pembangunan fasilitas nyaman serta penyediaan Papan Interaktif Digital di ratusan ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Kedua, peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru. Langkah ini meliputi beasiswa Rp3 juta per semester bagi guru belum berijazah S1, pelatihan kecerdasan buatan, koding, dan konseling, serta perbaikan tunjangan sertifikasi yang kini cair setiap bulan.
Ketiga, penguatan karakter dan budaya ASRI—Aman, Sehat, Resik, Indah—didukung program Makan Bergizi Gratis dan gerakan anti-perundungan guna menciptakan lingkungan belajar yang positif.
Keempat, peningkatan kualitas literasi, numerasi, dan sains-teknologi melalui Tes Kemampuan Akademik sebagai alat ukur standar mutu pendidikan. Kelima, pendidikan inklusif yang menjamin akses luas, murah, dan fleksibel, termasuk bagi anak berkebutuhan khusus dan warga di daerah terpencil.
Di akhir sambutan, Bupati mengingatkan keberhasilan kebijakan ini bergantung pada tiga fondasi utama: pola pikir maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus. “Tanpa itu, kebijakan hanya angka di kertas. Mari bersinergi wujudkan pendidikan bermutu demi Indonesia cerdas dan maju,” pungkasnya.(red).



Tinggalkan Balasan