WASILE – Menanggapi keberhasilan siswinya pada ajang Terengganu International Science Fair (TISF) 2026 di Malaysia, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Halmahera Timur (Haltim) Maluku Utara (Malut) Syamsulrijal A. Gani mengaku bangga dan terharu atas apa yang telah dicapai oleh siswinya saat ini.
ini disampaikan Kepala Sekolah, menyusul dua siswi SMA Negeri 2 Halmahera Timur, Wibi Hamidah dan Sitti Namira Saidd, sukses meraih Gold Award sekaligus Best Poster pada jang Internasional itu.
Dikatakan, Selaku pimpinan di sekolah yang berada di Kecamatan Wasile Haltim itu, tentu mendorong rasa bangga atas capaian tersebut.
Dikatakan, bahwa prestasi tersebut tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga membawa nama baik daerah dan Indonesia di kancah internasional.
“Ini adalah prestasi luar biasa. Selain membawa nama bangsa, ini juga menjadi kebanggaan bagi Halmahera Timur,” ujarnya.
ia juga mengaku, sekolah yang dipimpinnya telah secara konsisten mengembangkan program riset selama beberapa tahun terakhir dan kini menjadi salah satu pelopor riset tingkat SMA di Halmahera Timur maupun Maluku Utara.
Lanjut dia, perkembangan program riset tersebut menunjukkan tren peningkatan yang signifikan mulai Pada tahun 2023, sekolah mengirimkan 7 tim dengan 7 proposal ke ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), dan 5 tim melanjutkan ke tahap penelitian.
Kemudian pada Tahun 2024 meningkat menjadi 10 tim dengan 7 tim berlanjut, hingga memasuki 2025, jumlah delegasi melonjak menjadi 17 tim dengan 16 proposal berlanjut ke penelitian.
“Pada tahun yang sama, enam tim juga dikirim ke ajang internasional, dengan capaian menembus 32 besar hingga menyisakan dua tim finalis,” jelasnya.
Sementara pada 2026 kata Kepsek, SMA Negeri 2 Haltim mengirimkan 27 tim ke OPSI dengan 20 proposal berlanjut ke tahap penelitian.
Atas komitmen pihak sekolah dan semangat murid dalam belajar, satu tim yang dikirim ke ajang internasionl di malaisia justru berhasil mencetak prestasi tertinggi dengan meraih medali emas dan penghargaan poster terbaik.
“Alhamdulillah, tahun ini kami berhasil meraih medali emas,Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang di tahun-tahun mendatang,” tambahnya.
Dikatakan, Salah satu inovasi yang dipresentasikan dalam kompetisi tersebut adalah pemanfaatan ekstrak kulit pisang sebagai biomulsa ramah lingkungan.
Inovasi ini dinilai mampu menjadi solusi alternatif pengganti mulsa konvensional yang sulit terurai.
“Kami ingin menciptakan mulsa yang ketika terurai bisa langsung menjadi pupuk bagi tanaman, sehingga lebih ramah lingkungan dan bermanfaat bagi petani,” Aku Kepsek.
Tak hanya itu, Kepsek juga mengaku dalam proses penelitian, sekolah memberikan dukungan penuh kepada siswa dan tim pembina. Setiap riset dilakukan melalui serangkaian uji coba berulang hingga mencapai hasil optimal sebelum dilombakan.
Kentadi demikian kata dia, keterbatasan fasilitas masih menjadi tantangan utama dimana, untuk pengujian tertentu, pihak sekolah harus bekerja sama dengan beberapa universitas diluar Maluku utara yang memiliki fasilitas laboratorium lebih lengkap.
“Kami belum memiliki alat riset yang memadai, sehingga beberapa pengujian harus dilakukan di luar daerah, bahkan di luar Maluku Utara,” ungkapnya.
Ke depan, pihak sekolah berharap adanya dukungan dari pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, khususnya dalam penyediaan fasilitas laboratorium riset, agar pengembangan inovasi siswa dapat lebih maksimal.
Kepsek juga menyampaikan pada tahun ini, SMA Negeri 2 Haltim berencana mengikuti sejumlah ajang internasional lainnya, termasuk kompetisi di Thailand pada Mei mendatang, dengan catatan dukungan anggaran dapat terpenuhi.
Syamsulrijal menegaskan bahwa tujuan utama dari pengembangan riset ini bukan semata-mata untuk meraih prestasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.(Aks).


Tinggalkan Balasan