WASILE – Tingkat pelayanan pada Puskesmas Subaim Kecamatan Wasile Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Maluku Utara (Malut) sesali warga setempat lantaran tidak maksimal melakukan pelayanan dan mengakibatkan satu pasien yang dirawat harus menghembuskan nafas terakhir saat dirujuk.
Kepada Wartawan, Sabtu (28/03/2026) keluarga Korban, Samiun Rety, mengungkapkan bahwa pasien telah tiba di Puskesmas Subaim sekitar pukul 19.00 WIT dalam kondisi membutuhkan penanganan segera, namun, alih-alih tidak mendapatkan tindakan cepat, pasien justru harus menunggu berjam-jam tanpa kejelasan.
Samiun menyebut, saat pasien tiba, tenaga medis kunci seperti Kepala Puskesmas, dokter, hingga kepala ruangan tidak berada di tempat.
“Pasien sudah masuk dalam kondisi darurat, tapi tidak ada dokter maupun kepala ruangan. Kami menunggu dari pukul 19.00 sampai sekitar pukul 23.00 tanpa kepastian. Ini bukan situasi yang bisa ditunda,” tegasnya.
Selain absennya tenaga medis, lanjut dia, proses administrasi yang lambat juga dinilai memperparah kondisi pasien.
Keluarga menilai keterlambatan sejak awal inilah yang menjadi kegagalan penanganan sebab, kondisi tersebut semakin menguatkan dugaan adanya kelalaian dalam sistem pelayanan, terutama dalam merespons pasien dengan kondisi darurat yang seharusnya menjadi prioritas utama.
Ia juga mengaku pihak puskesmas bahkan tidak dapat segera menyediakan ambulans, sehingga harus menggunakan fasilitas dari Puskesmas Dodaga Kecamatan Wasile Timur untuk proses rujukan.
“ ini memperlihatkan adanya celah serius dalam kesiapsiagaan layanan kesehatan tingkat pertama, yang seharusnya mampu menangani kondisi darurat secara cepat dan terkoordinasi,” tegasnya.
Informasi yang dihimpun, bahwa pasien sempat akan dirujuk ke rumah sakit di Tobelo namun, rencana tersebut batal setelah pihak rumah sakit tujuan menyampaikan bahwa kapasitas pelayanan telah penuh. Rujukan kemudian dialihkan ke rumah sakit di Ternate.
Naasnya, dalam perjalanan menuju Ternate sekitar pukul 02.50 WIT, pasien meninggal dunia di dalam ambulans sebelum sempat mendapatkan penanganan lanjutan. Jenazah kemudian dipulangkan ke rumah duka.
Atas kejadian ini, keluarga mendesak Dinas Kesehatan untuk turun tangan melakukan investigasi menyeluruh, termasuk mengevaluasi kinerja tenaga medis dan manajemen Puskesmas Wasile.
Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Puskesmas Subaim saat dikonfirmasi melalui WhatsApp belum memberikan jawaban hingga berita ini ditayang.(Aks).


Tinggalkan Balasan