WASILE – Kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara, kembali menunjukkan potret indah dan kebersamaan tanpa pembeda.
Ini terbukti Kelompok paduan suara gerejawi, Hatetabako Voice, mencetak sejarah dengan tampil memukau dalam pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten di Kecamatan Wasile Tengah, Selasa (12/05/2026).
Kelompok beranggotakan 30 orang asal Desa Hate Tabako Kecamatan Wasile Tengah tersebut dipercaya membawakan lagu Indonesia Raya, Mars MTQ, hingga Himne MTQ.
Penampilan ini menjadi momen perdana bagi paduan suara berprestasi tersebut dalam menyemarakkan syiar Islam di bumi Haltim.
Kehadiran Hatetabako Voice langsung memikat perhatian penonton dan mendapat pujian khusus dari Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan cerminan nyata dari identitas masyarakat Haltim yang menjunjung tinggi persaudaraan.
“Malam ini atas nama kepala daerah, saya ucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya dan terima kasih kepada saudara kita, Paduan Suara Hatetabako Voice, yang telah mengambil andil pada momentum ini,” ujar Ubaid.
Bupati dua periode tersebut juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan di tengah perbedaan keyakinan. Ia mengajak seluruh elemen warga yang tersebar di 10 kecamatan untuk terus merawat nilai luhur daerah.
“Meski kita berada pada keyakinan yang berbeda, namun kita berada pada satu identitas dan bingkai yang sama, yakni Limabot Faifiye,” tegasnya.
Di balik performa yang solid, pelatih Paduan Suara Hatetabako Voice Meiske Saul mengaku dirinya sempat ragu untuk mengemban peran ini sebab penampilan timnya pada momentum MTQ adalah perdana bagi Paduan Suara Hatetabako Voice namun, dengan kekuatan kekompakan dan tekadnya ia mampu menunjukkan kemampuan timnya di atas panggung secara profesional.
Meiske Saul juga mengungkapkan rasa bangga sekaligus tertantang saat menerima tawaran mengisi acara MTQ.
“Saat latihan, kami hanya punya waktu satu minggu untuk menghafal Mars MTQ. Tantangan lebih sulit adalah Himne MTQ karena kami hanya punya waktu dua hari untuk menguasainya. Puji Tuhan, kami mampu,” ungkap Meiske.
Meiske menambahkan, keterlibatan ini menjadi pembuktian profesionalitas timnya kepada publik.
Kelompok yang pernah menyabet Juara Umum HUT Kabupaten Haltim ke-22 dan Juara 3 Tingkat Provinsi Maluku Utara ini terbukti mampu tampil lintas batas keagamaan.
“Harapan saya, semoga penampilan kami tidak mengecewakan, dan ke depan kami bisa terus dilibatkan kembali dalam acara-acara seperti ini,” pungkasnya mengakhiri.(red).



Tinggalkan Balasan