MABA – Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Provinsi Maluku Utara (Malut) menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten di Aula Kantor Bupati Haltim, Kamis (02/04/2026).
Musrenbang yang dibuka secara resmi oleh Bupati Haltim Ubaid Yakub itu,akan merumuskan 282 usulan Program dimana masih di dominasi usulan program pembangunan infrastruktur ketimbang pembangunan ekonomi, dan sosial budaya.
Kepala BP4D Haltim Abdul Halim Djen Kipu dalam laporannya menyampaikan, Berdasarkan hasil musrenbang, jumlah usulan yang dihimpun dari tingkat desa tercatat sebanyak 424 usulan, yang selanjutnya melalui proses verifikasi, penajaman, dan penetapan prioritas pada tingkat kecamatan hingga menghasilkan 282 usulan prioritas yang terakomodasi dalam rancangan RKPD.
Ke 282 usulan tersebut terdiri dari usulan bidang infrastruktur berjumlah 206 ,usulan bidang perekonomian berjumlah : 57, dan usulan bidang sosial budaya berjumlah 19 semuanya termasuk usulan prioritas.
Dikatakan, dari jumlah tersebut, sebanyak 204 usulan berada pada bidang infrastruktur dan kewilayahan, 57 usulan pada bidang perekonomian dan sumber daya alam, serta 19 usulan pada bidang pemerintahan dan pembangunan manusia.
Namun demikian kata Abdul Halim, terdapat beberapa tantangan dalam pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah, antara lain kapasitas fiskal Daerah, usulan berbasis data dan kinerja, serta penguatan integrasi antar sektor dan antar wilayah.
Lanjut dia, Forum perangkat daerah dan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) kabupaten merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem perencanaan pembangunan Daerah yang dilaksanakan secara terintegrasi, partisipatif, dan berjenjang, dalam rangka menghasilkan dokumen perencanaan yang berkualitas dan responsif terhadap kebutuhan Masyarakat.
” Oleh karena itu, penyusunan perencanaan pembangunan daerah harus mampu mencerminkan kebutuhan dan karakteristik daerah, serta sinergi memastikan adanya antara pemerintah pusat, provinsi, dan Kabupaten,” Ujarnya.
Sebagai tindak lanjutnya, penyusunan rencana kerja pemerintah daerah (rkpd) dilaksanakan melalui, tahapan yang melibatkan berbagai forum koordinasi, di antaranya forum perangkat daerah dan musrenbang kabupaten yang berfungsi sebagai wadah sinkronisasi antara usulan masyarakat hasil musrenbang, dengan rancangan awal rencana kerja perangkat daerah, dengan tujuan untuk memastikan keselarasan antara program dan kegiatan perangkat daerah dengan prioritas pembangunan daerah, indikator kinerja, serta kewenangan yang dimiliki.
Ia juga menegaskan RKPD sebagai penjabaran tahunan RPJMD harus mampu menerjemahkan visi, misi, tujuan, dan sasaran pembangunan Daerah ke dalam program dan kegiatan yang terukur dan implementatif, sehingga setiap proses perencanaan yang dilaksanakan melalui forum-forum tersebut tetap berada dalam koridor pencapaian target pembangunan jangka menengah daerah.
Sementara itu, Bupati Haltim Ubaid Yakub dalam sambutannya menyampaikan,menyukseskan pembangunan Halmahera Timur merupakan kerja nyata bersama, hal ini telah dirumuskan dalam visi & misi yang menjadi cita-cita luhur pembangunan halmahera timur 5 tahun kedepan.
“Penting untuk bersinergi dalam setiap proses pembangunan, baik dalam tataran perencanaan maupun penganggaran,” kata Ubaid.
Dikatakan, sebagaimana arahan presiden republik indonesia menjabarkan secara spesifik program yang menjadi target untuk segera dilakukan yang disebut dengan program hasil terbaik cepat (phtc)/ quick win yang terdiri dari 8 program hasil terbaik cepat. Bentuk implementasi phtc/ quick win yakni dengan meningkatkan kualifikasi rumah sakit di daerah. Pembangunan rumah sakit berstandar baik untuk meningkatkan derajat kesehatan Masyarakat.
“Alhamdulillah kabupaten halmahera timur menjadi lokus pelaksanaan program dimaksud yakni pembangunan rsud maba yang telah selasai pembangunannya dan tinggal menunggu peresmian, harapan besar semoga presiden republik indonesia dapat meresmikan langunsung rsud maba kabuapten halmahera timur,”aku Bupati.
Dengan mengusung visi “halmahera timur berbenah (berani, bersih, amanah) menuju transformasi kemajuan” lanjut dia, merupakan saripati tujuan yang dcita-citakan untuk diwujudkan pada periodesasi tahun 2025-2029.
Ia juga menegaskan Cita-cita besar itu dilaksanakan dan dijabarkan secara terstruktur dalam 5 (lima) misi pembangunan kemudian dijabarkan secara rinci dan terukur dalam 27 program misi, sebagaimana dijabarkan secara terstruktur dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (rpjmd) 2025-2029.
Lanjut Ubaid, Visi “halmahera timur berbenah menuju transformasi kemajuan mewujudkan terpenuhinya sumberdaya manusia halmahera timur”
Dan misi yaitu,
1. Mewujudkan terpenuhinya sumberdaya manusia halmahera timur
2. Mewujudkan penguatan fiskal daerah dengan pemanfaatan sda untuk mendorong produktivitas sektor ekonomi kerakyatan.
3. Mewujudkan peningkatan tata kelola birokrasi pemerintahan daerah dan hukum yang aspiratif, inovatif dan transformatif.
4. Mewujudkan ketahanan sosial budaya, kearifan lokal dan pelestarian lingkungan hidup berkelanjutan.
5. Mewujudkan pengembangan infrastruktur dasar, konektivitas dan aksesibilitas antar wilayah secara merata dan berkualitas.
Kegiatan dengan tema “meningkatkan sistem pelayanan publik, kapasitas sumber daya manusia dan responsivitas pemerintah daerah”, ini merupakan penajabaran dari visi dan misi pada tahun 2027 yang telah dirumuskan.
Bupati dua periode itu juga menyebut kegiatan hari ini merupakan kelanjutan atas proses dan tahapan perencanaan yang disusun dan dilaksanakan secara berjenjang dan terukur.
“Kami berharap semua pihak untuk berpartisipasi aktif dalam musrenbang ini menyampaikan aspirasi dan ide-ide terbaik demi pembangunan negeri yang kita cintai bersama,” harapnya.
Ia juga berharap dalam kurun waktu kedepan kerja-kerja nyata pembangunan perlu mengoptimalkan sumber-sumber pendanaan yang tersedia, yang dilakukan dengan strategi kerjasama yang sinergi, serta terus melakukan koordinasi yang lebih intensif dengan pemerintah pusat, provinsi maluku utara dan pembangunan.
” Saya berharap, seluruh OPD dan delegasi dari kecamatan agar bisa lebih fokus pada isu-isu strategis yang menjadi prioritas daerah tahun 2027. Bahwa penting kiranya untuk memedomani rpjmd kabupaten halmahera timur 2025-2029 dan sesuai dengan rencana strategis opd 2025-2029 yang telah dirumuskan,” harap Bupati.
Sebelum membuka acara secara resmi, Bupati Ubaid menekankan empat hal penting yaitu,
1. Para kepala opd harus proaktif dan tanggap, terhadap prioritas pembangunan, yang dibutuhkan Daerah.
2. Keluaran dari sebuah kegiatan harus jelas, baik lokasi/ lokus, volume dan sesuai dengan arah kebijakan pembangunan.
3. Bahwa renja yang ditetapkan merupakan penjabaran renstra opd yang dilaksnakan pada tahun 2027.
4. Menjalin kerja sama yang baik dengan semua pihak, serta meningkatkan koordinasi dan sinergi, dalam penyelesaian permasalahan pembangunan.
Selain di hadiri Bupati, Hadir juga Sekretaris Daerah (Sekda) Haltim Ricky CH Richfat, narasumber Musrenbang keterwakilan akademisi dari Unkhair dan Universitas Muhammadiyah Ternate, serta seluruh Forkopimda di lingkup Pemkab Haltim.(tim).


Tinggalkan Balasan