MABA – Pemerintah Desa Peteley Kecamatan Maba Selatan Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Provinsi Maluku Utara (Malut) diduga melakukan penyelewengan Anggaran Operasional untuk asrama Mahasiswa Peteley di Kota Ternate.

Dugaan penyelewengan tersebut menyusul tunggakan pembayaran kontrak asrama mahasiswa yang hingga kini tidak dilunasi sehingga pemilik rumah perintahkan mahasasiswa keluar dari Rumah tersebut.

Ketua Umum HIPMA Peteley Nandy Isnain, menyampaikan bahwa anggaran sekretariat mahasiswa tersebut telah diploting melalui APBDes Peteley Tahun Anggaran 2025 yang bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) Namun, realisasi pembayaran fasilitas sekretariat baru mencapai 70%.

“Kami menemukan kejanggalan. Anggaran sudah diplot dari DBH, tapi pembayaran sewa dan operasional sekretariat masih setengah. Kami menduga ada praktik penyelewengan oleh Pemerintah Desa Peteley,” kata Nandi.

Menurutnya, ekretariat merupakan fasilitas vital bagi mahasiswa asal Peteley di Ternate untuk mendukung aktivitas akademik dan organisasi. Mandeknya pembayaran dinilai menghambat aktivitas belajar para generasi muda desa Peteley yang menimba ilmu di kota Ternate.

Ia bahkan mendesak Inspektorat Haltim agar segera turun dan melalakukan Audit terkait pengelolaan anggaran pada Pemerintah Desa Peteley.

Desakan ini, lanjut dia Pemdes Peteley talah melakukan tindakan yang merugikan negara dan penyalahgunaan anggaran sebagai mana diatur dalam undang undang.

Terpisah, Pemdes Peteley melalui Sekretaris Desa Al Ashari Abdullah saat dikonfirmasi via Telefon, Selasa (12/05/2026) membenarkan Plot anggaran untuk operasional Asrama Mahasiswa Peteley.

Kata dia, pada Tahun 2024, Pemdes telah ngalokasikan Anggaran Operasional Asrama Mahasiswa melalui Dana Bagi Hasil dan berakhir di September 2025.

“Dan itu telah direalisasi seratus Persen,” aku Sekdes.

Lanjut dia, pada tahun 2025, Pemdes kembali menganggarkan operasional tersebut dan  mulai dari September 2025 hingga September 2026, yang mana juga sudah direalisasikan 100% yang dilakukan oleh bendahara Desa kemudian diserahkan kepada Kepala Desa Peteley.

Kendati demikian, Pihaknya masih menerima informasi jika Pihak pemilik rumah belum menerima bayaran pelunasan kontrak Asrama Mahasiswa Peteley.

“Anggaran itu kami sudah cair dan kebetulan Kades mau ke Ternate kami serahkan langsung ke Pak Kades, menurut Pak Kades dia juga sudah melunasi pembayaran tersebut,” ujar Sekdes mengakhiri.(Red).